Jika saat ini
Engkau berpikir
Bahwasanya diri ini
Bukanlah perancang segala laku
Cerita kehidupan heroik itu
Benar sekali adanya perkataan demikian
Tiada lain
Dan tiada bukan
Menempatkan sebagai pengenang
Lebih dapat menjadi bermaknanya kesan
Terlepas akankah itu hanya jadi simpanan
Ketika ada yang dipenuhi keingintahuan
Tentang apa intinya semua pesan
Salahkah bila kupilih untuk mengesampingkan?
Terkutukkah andai kubiarkan mereka dengan sendiri mampu menemukan?
Bila saja, sempat mereka mengerti akan linang air mata saat tembangnya diberanda belum mengering bahkan masih menggenang dalam bayangan, ketika mata tidak mampu berlari dari kenyataan; tentang melihat seperti apa itu keterasingan dibuat oleh perebutan ambisi besar yang katanya berpegang pada prinsipšprinsip kekuasaan yang mereka paksakan pada pikiran mereka sendiri;
Tiada peri-peri pada saat itu yang sempat menyuarakan pesan seberapa perih kedatangan mereka dengan jumawa ingin menguasai sang tuan dan segala miliknya, tiada pula cerita akan para penjilat mereka yang berdatangan dengan sebutan anjing, dilengkapi dengan taring dan gigi-gigi setajam pedang tombak dan panah; kala itu semua mata diarahkan untuk memandang dengan kekaguman, juga undangan untuk memberi anggukan salut pada busungan dada para penumpang kehidupan. ...
Masih terdengar, meskipun sangat lirih, senandung dalam nuansa minor mengisi beranda itu kala siang maupun malam.
No comments:
Post a Comment