Oase sepi di awal pagi, di samping gubuk bambu bersanding perapian kecil,
Bersanding dalam depa terpandang aliran setia membuka tawaran pada hati yang telah merdeka merasakan kehangatan mentari...
Percikan air bening lembut mengeringi
Lompatan lembut sebagai nyanyian caranya
Menyuarakan pesan lewat tempat di sana,
Di atas bebatuan dan pasir
Ia keluar dari dalamnya celah bebatuan
Ia tidak mengeluarkan dalam hitungan,
Ia tampak mengeluarkan isi terbaiknya,
Semua tampak sama, tiada ada warna beda,
Senyatanya semua selalu baru dari yang ada,
Dan telah menjauh, turun jauh kesana, ketempat yang semakin jauh tanpa tahu lagi berapa jauh kini berada;
Sisi lain yang tiada menjenuhkan,
Seolah menjadi pemikat hati tetap berdiam,
Mendengar bagaimana ia tidak menggunakan empat kakinya menghentak kan nada, mencipta nuansa ritmis membawa pesan melankolis dalam tuangan mendambakan masa lalunya untuk kembali,
Magnit kecil, ya ia telah menjadi demikian di bentuk di tepian suara utama yang dibendung eksploitasi kuasa, pengampu kekang yang membawa entah akan kemana setelahnya; 🥝