Tuesday, January 20, 2026

Sama Berat Beda Kadar

Sore itu tidak mengajarkan padaku... 

Atau membawaku membaca isi surat

Walau ia tidak bersampul keras sebagai penutupnya... 

Bahan jenis apa yang digunakan pun tiada jadi pintasan dalam pikiran... 

Tidak pula ia bicara tentang macam dan beda warna pada isinya;


Semua telah tampak begitu rata, 

Ketinggian permukaan bukanlah angka belaka, hitungan bukan milikku selain apa kata penyedia setiap ruas kosong tanpa pengertian sebenarnya;

Sekali dua kali ia hanya menyebut hal yang sama sebagai warna, sejumput kisah khayalan punya lukisan bidadari idaman tertuang sbagai kanvas penyeling canda galau hatinya;

Tiada puncak pengertianmu mampu menggapai apa maksudnya, sebagaimana aku yang hanya bisa berdiam membisu dalam dingin kala itu ;

Campur aduk menanti apa yang kelak mampu terbentuk, seolah semua yang dianggap petunjuk semakin merajuk hingga kian bergelayut hingga tertunduk, bagai tiada hentinya terpaan bertubi menghantarkan...kantuk 

Sempatkah engkau mendengar ia menyapamu, atau teruntuk ia yang tak bernama...? 

No comments:

Post a Comment

ada yang lain

cara malam dan cara siang dipilih menjadi pembeda ngonten buat bikin apa dia Tiada pernah dilukiskan  diawal langkahnya saat itu Terang wakt...